Ubahlah pola penyajian teks biografi dari George Saa menjadi naratif utuh, tanpa dialog?

Responsive Ad Header

Pertanyaan

Grade: Education Mata Pelajaran: b-indonesia
Ubahlah pola penyajian teks biografi dari George Saa menjadi naratif utuh, tanpa dialog?
Ditanyakan oleh:
88 Dilihat 88 Jawaban

Jawaban (88)

Jawaban Terbaik
(4453)
kelas : X
pelajaran : Bahasa Indonesia
kategori : teks biografi
kata kunci : teks biografi berbentuk naratif

pembahasan:
George Saa, Si Jenius dari Papua

paragraf 1 dan 2 sudah berbentuk naratif

Apulena Saa, puteri sulung Silas, mengikuti jejak ayahnya. Ia adalah Sarjana Kehutanan lulusan Universitas Cendrawasih. Franky Albert Saa, putera kedua, saat ini tengah menempuh Program Magister Manajemen pada Universitas Cendrawasih. Yopi Saa, putera ketiga, adalah mahasiswa kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Jakarta. Agustinus Saa, putera keempat, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Negeri Papua, Manokwari. Sementara si Bungsu, Oge, meraih emas di panggung internasional. Semua anaknya tidak manja dengan uang, sebab mereka tidak punya uang, begitu tutur Mama Nelc.

Ia bertutur, karena minimnya ekonomi keluarga, Oge sering tidak masuk sekolah ketika SD hingga SMP. Jarak dari rumah ke sekolah sekitar 10 km. Oge harus naik “taksi” (angkutan umum) dengan ongkos Rp 1.500 sekali jalan. Itu berarti Rp 3.000 pulang pergi. Oge berkata bahwa ia tidak bisa jajan, apalagi untuk naik “taksi” saja Mamanya sering tidak punya uang. Dan begitu pula kalau Oge mau makan harus pulang ke rumah.

paragraf 5 sudah berbentuk naratif

Oge tertarik fisika sejak SMP. Tidak ada alasan khusus kenapa Oge suka fisika karena pada dasarnya Oge suka belajar. Oge mengingatkan untuk melupakan kata fisika karena ia suka belajar semuanya. Semua mata pelajaran di sekolah ia sukai kecuali PPKn (Pendidikan Pancasilan dan Kewarganegaraan) karena pelajaran itu membosankan dan terlalu banyak mencatat. Oge suka kimia, sejarah, geografi, matematika, apalagi bahasa Indonesia. Ia selalu mendapatkan nilai bagus pada pelajaran Bahasa Indonesia.

paragraf 7 dan 8 sudah berbentuk naratif

Oge kemudian membuktikan bahwa kepergiannya bukan sesuatu yang sia-sia. Tangis sedih mamanya berganti menjadi tangis haru ketika November 2003 ia menduduki peringkat delapan dari 60 perserta lomba Matematika Kuantum di India. Prestasinya memuncak tahun ini dengan menggenggam emas hasil riset fisikanya. Mamanya pun tidak pernah menangis lagi. Oge ingin jadi ilmuwan, karena sebenarnya ilmu itu untuk mempermudah hidup dan ilmu pengetahuan dan teknologi itu membuat hidup manusia menjadi nyaman. Oge berharap kalau ia menjadi ilmuwan, ia dapat membuat hidup manusia menjadi lebih nyaman.

paragraf 10 sudah berbentuk naratif

Setelah menerima penghargaan itu, George mendapat banyak fasilitas. Menteri Pendidikan saat itu, Malik Fadjar, meminta George memilih perguruan tinggi mana pun di Indonesia tanpa tes. Kampus tempat dia kuliah juga diwajibkan memberikan fasilitas belajar. George sempat bingung memilih kampus sebelum utusan Direktur Eksekutif Freedom Institute, Rizal Mallarangeng, mendatangi dirinya dan meminta Oge untuk menemui Pak Aburizal Bakrie.

paragraf 12, 13 dan 14 sudah berbentuk naratif

Sambil terkekeh, Oge berkata saking sulitnya dalam mempelajari rocket science, orang Amerika sering bilang, you don’t need rocket science to figure it out. Di antara 200-an mahasiswa seangkatan, hanya 40 orang yang lulus. George mempelajari semua hal tentang pesawat terbang. Mulai struktur pesawat, aerodinamika, daya angkat, hingga efisiensi berat dalam teknologi pembuatan burung besi itu.

paragraf 16 sudah berbentuk naratif

Dengan tegas Oge berkata bahwa kalau tidak bisa menerbangkan pesawat, ia harus bisa membuat pesawat. Setidaknya, ia harus memahami teknologi pesawat terbang. 

Tahun pertama di Amerika sangat sulit bagi George. Sebab, dia belum fasih berbahasa Inggris. Pernah, dia tertahan sejam di bagian imigrasi. Oge hanya duduk dan diam selama sejam gara-gara tidak bisa bahasa Inggris.

Oleh karena itu, tahun pertama, George tak langsung kuliah. Dia belajar bahasa di sekolah bahasa Inggris English Language Service di Cleveland, negara bagian Ohio, AS. Selama setahun dia ngebut belajar bahasa. Mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00, dia melahap materi-materi bahasa Inggris. Ia mempelajari lagi grammar dan kosakata.

Kini, dia bekerja di perusahaan internasional yang bergerak di bidang migas sembari bantu-bantu di lembaga yang memberinya beasiswa, Freedom Institute.  Selama tiga minggu ini Oge di Jakarta. Setelah itu kembali ke laut lagi, kata Oge.