Pertanyaan
Jelaskan bentuk perlawanan daerah Yogyakarta dalam mempertahankan kemerdekaan
Ditanyakan oleh: USER2315
78 Dilihat
78 Jawaban
Jawaban (78)
Peranan Yogyakarta dalam mempertahankan
kemerdekaan Indonesia erat kaitannya dengan sikap Sultan Hamengkubowono IX. Di awal kemerdekaan, Sultan mengeluarkan
maklumat bahwa Yogyakarta merupakan bagian dari Republik Indonesia dengan
status sebagai daerah istimewa.
Para pemuda di Yogyakarta pertama kali mempertahankan kemerdekaan pada tanggal 7 Oktober 1945, ketika mereka terlibat pertempuran dengan tentara Jepang di Kotabaru. Para pejuang menyerang markas Osaku Butai dan berhasil merampas senjata tentara Jepang yang digunakan untuk modal perjuangan. Pejuang yang gugur saat pertempuran tersebut, namanya diabadikan sebagai nama jalan di sekitar jalan Kotabaru.
Yogyakarta juga berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan, ketika kota ini dijadikan sebagai ibu kota Indonesia selama hamper 4 tahun. Kota ini berhasil memperthanakan eksistensi Republik walaupun terus menerus menjadi sasaran penyerangan Belanda dalam Agresi Militer I dan II.
Di beberapa tempat di Yogyakarta Demak Jo, Muja-Muju, dan Medari didirikan pabrik senjata yang menghasilkan mortir, pistol, senapan mesin, granat tangan, dan ranjau, serta peluru. Dengan demikian, pada masa revolusi kebutuhan senjata pejuang di pasok dari pabrik tersebut.
Para pemuda di Yogyakarta pertama kali mempertahankan kemerdekaan pada tanggal 7 Oktober 1945, ketika mereka terlibat pertempuran dengan tentara Jepang di Kotabaru. Para pejuang menyerang markas Osaku Butai dan berhasil merampas senjata tentara Jepang yang digunakan untuk modal perjuangan. Pejuang yang gugur saat pertempuran tersebut, namanya diabadikan sebagai nama jalan di sekitar jalan Kotabaru.
Yogyakarta juga berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan, ketika kota ini dijadikan sebagai ibu kota Indonesia selama hamper 4 tahun. Kota ini berhasil memperthanakan eksistensi Republik walaupun terus menerus menjadi sasaran penyerangan Belanda dalam Agresi Militer I dan II.
Di beberapa tempat di Yogyakarta Demak Jo, Muja-Muju, dan Medari didirikan pabrik senjata yang menghasilkan mortir, pistol, senapan mesin, granat tangan, dan ranjau, serta peluru. Dengan demikian, pada masa revolusi kebutuhan senjata pejuang di pasok dari pabrik tersebut.